PASCA LONGSOR, BANJIR BANDANG DI KABUPATEN GAYO LUES
DUKA DALAM KESEMPITAN
Duka yang cukup mendalam dialami sebagian besar masyarakat dataran tinggi Kabupaten Gayo Lues yang sebelumnya daerah itu cukup sejuk, tenang dengan suara gemericik aliran sungai yang jernih, penuh suara khas satwa penghuni hutan yang sebagian besar memang daerah itu merupakan endemik pohon Tusam atau bahasa latinnya Pinus Merkusii Jungh. Et de Vriese. Dua hari dua malam tanggal 24 -26 November 2025 turun hujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi pada wilayah Pegunungan Bukit Barisan yang berada di kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh.


Hujan yang pada hakekatnya merupakan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, namun hujan kali ini mengakibatkan suatu bencana alam berupa longsor, banjir bandang pada bagian hulu apalagi banjir yang melanda pada bagian hilir di kabupaten tetangga yaitu Aceh Tenggara dan Aceh Timur. Bencana banjir ini sempat meluluh lantakkan infrastruktur jalan, jembatan dan rumah tinggal masyarakat bahkan merenggut nyawa manusia sampai jumlahnya di Provinsi Aceh lebih dari 375 orang.
Hal ini yang menjadi ”duka mendalam” bagi masyarakat karena daerahnya menjadi terisolir, bahan makanan menjadi sulit diperoleh, BBM menjadi langka, hujan yang masih sering terjadi sehingga bahaya longsor masih menghantuinya. akses komunikasi sangat sulit dan terbatas Pertanyaannya, Apakah kita akan larut dalam Duka? Jawabnya Tidak. Naval Group (PT Krishna Sukses Abadi, PT Sumber Bunyu Biru ) salah satu pelaku usaha di Gayo Lues sejak akhir tahun 2022 yang selama ini bermitra dengan Kelompok Tani Hutan yang beranggotakan leih dari 550 orang masyarakat sekitar hutan yang melakukan penderesan getah pinus pada tegakan pinus pada Areal Penggunan Lain atau tanah status hak milik perorangan, akan mengajak untuk bangkit mengoptimalkan kembali tegakan pinus agar lebih bermanfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan dan pada akhirnya perekonomian daerah berjalan kembali.


KESEMPATAN UNTUK MENGGAPAI SUKA CITA
Masyarakat Gayo Lues yang sebagian besar mata pencahariannya sebagai Petani dengan aktivitas Berladang kopi, Berkebun jagung dan sayuran, Penderes getah pinus dan Bercocok tanam Sereh Wangi dan Nilam, namun saat ini sebagian sedang vakum dan berada di Camp Pengungsian dengan Dapur Umum yang terbatas sumber bahan makanannya, Naval Group sedang hadir dan akan hadir berpartisipasi pada perbaikan pengelolaan tegakan pinus alami agar tata kelola lingkungan pada areal tangkapan air ( Catment Area) bisa menjadi lebih baik dengan harapan bencana longsor dan banjir tidak terulang lagi.
Kepedulian Naval Group atas terjadinya bencana banjir khususnya di Provinsi Aceh dan Kepedulian Pasca Banjir dan Longsor akan diupayakan dapat berkolaborasi dengan Kelompok Tani Hutan dan masyarakat sekitar hutan di Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Aceh Timur melalui :
1.Kepedulian dalam bentuk sumbangan sembako secara langsung kepada Pemda Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Gayo Lues.


2.Open Donasi dengan mitra kerja pemasaran produk dari Naval Group bekerjasama dengan TNI pada proses penyaluran sembako di Provinsi Aceh.

3.Penanaman /pengkayaan pada areal tangkapan air (catment area) yang sebagian sudah terdapat tegakan pinus alami dengan jenis endemik setempat yaitu.
- Tusam ( Pinus merkusii ) dengan bibit unggul (pinus bocor getah) untuk meningkatkann produktifitas pohon dalam menghasilkan getah pinus.
- Tanaman Aren ( Arenga pinnata ) yang berada di sekitar sempadan sungai dan alur, tanah lereng, disamping membantu pencegahan erosi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui peningkatan produksi Nira dan Gula Aren.
- Tanaman Sereh wangi ( Cymbopogon nardus) dibawah tegakan pinus yang dapat membantu penyerapan air hujan pada permukaan tanah dan memproduksi minyak sereh wangi.


4.Sebagai pendamping pengelolaan tegakan pinus alami dan penampung atas produksi dari Kelompok Tani Hutan tersebut untuk diolah menjadi produk Gum Rosin, Gum Turpentine Oil, Minyak Sereh Wangi siap eksport dan juga penjualan dalam negeri.
“…Mari kita dukung upaya rehabilitasi ini untuk masa depan yang lebih hijau!
#RehabilitasiHutan #BanjirGayoLues #BangkitGayoLues #HutanPinusGayoLues #PascaBanjirAceh #AcehBangkit #PenanamanPohon #NavalGroup”
